Sunday, January 17, 2016

BUNDA ,JANGAN MENYUSUI SAMBIL MAIN HANDPHONE, INI BAHAYANYA. TOLONG BANTU SEBARKAN

Pada era digital seperti sekarang ini, kita memang sulit lepas dari gadget. Tak terkecuali, para ibu menyusui, entah itu untuk membalas pesan atau update status di media sosial.
Kini ada kecenderungan baru yang dilakukan oleh para ibu muda modern yang baru saja menyambut kelahiran buah hatinya. Banyak dari mereka memberikan ASI pada bayi sembari main gadget. Aktivitas menyusui sambil bermain gadget ini kemudian disebut sebagai brexting, kependekan dari breast texting.
Otomatis, kebiasaan menyusui sambil bermain gadget akan membuat perhatian dan fokus ibu mudah terdistraksi. Selain itu, kebiasaan yang sedang jadi tren tersebut pun telah menjadi perhatian para pakar pengasuhan anak dan dokter.
safe_image (4)
Konselor laktasi Muji Hananik dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta, mengatakan, seorang ibu seharusnya fokus pada bayinya saat menyusui. “Konsen kalau menyusui, jangan main handphone. Enggak boleh, ya. Kita kan harus sabar. Ajak bayi komunikasi, melakukan stimulasi,” kata Muji dalam diskusi di RS Bunda.
Stimulasi kepada bayi dilakukan dengan mengajaknya berbicara, menyentuh, atau mengajak senyum. Hal-hal seperti itu dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi atau bonding. Fokus kepada bayi juga akan membuat ibu dan bayi nyaman dalam proses menyusui.
Hal senada dikatakan terapis hypno-breastfeeding Fonda Kuswandi. Fonda mengaku pernah mendapati ibu yang mengalami lecet pada putingnya karena digigit oleh sang buah hati saat menyusui. Ternyata, ibu tersebut saat itu menyusui sambil bermain handphone.
“Sekarang digital banget. Please, kalau lagi menyusui, jangan sambil main gadget,” kata Fonda lagi.
Ia menjelaskan, saat menyusui, bayi biasanya akan menatap ke arah mata ibu. Saat itulah terjadi kontak mata antara ibu dan bayi sehingga menjadi saat yang baik untuk berkomunikasi.
“Bayangin kalau ibu ngajak bapak ngomong, tetapi bapak lagi sibuknonton Piala Dunia, nengok enggak? Enggak, kan. Rasanya sakit, kesal. Nah, itu yang dirasakan bayi juga,” kata Fonda.
Isapan bayi pada payudara ibu sangat penting untuk meningkatkan hormon prolaktin, salah satu hormon yang menghasilkan ASI. Untuk itu, perlu fokus saat menyusui dan perhatikan cara menyusui yang benar.
Tetap fokus pada bayi juga membantu Anda mengetahui apakah bayi sudah selesai menyusui atau belum, apakah bayi sudah kenyang, dan sebagainya. Hal ini tentunya dapat mendukung terlaksananya ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian ASI hingga 2 tahun.
Para dokter memperingatkan bahwa kebiasaan menyusui sambil bermain gadget dapat mengganggu proses keterikatan antara ibu dan bayi yang terjalin saat menyusui.
Keterikatan ibu dengan anak selama masa awal kehidupan amat penting, sehingga bila keterikatan ini terinterupsi, maka anak kemungkinan akan mengalami masalah kecemasan di masa mendatang.
Selain Efek buruk di atas, yang tidak kalah bahayanya efek menyusui sambil menggunakan gadget adalah :
1. Kurangnya perhatian ke anak.
2. Efek merusak mata.
3. Efek Radiasi Gadget pada Anak.
4. Bisa jadi Anak Kejatuhan Gadget pada saat menyusui.

Saturday, February 28, 2015

peraturan-peraturan seputar pemberian ASI

assalamualaikum wr wb
apa kabar bunda dan yanda
bagaimana keadaannya sehat wal afiatkan??
Disini saya hanaya memberikan informasi tentang peraturan-peraturan seputar pemberian asi
dimana hak seorang karyawati untuk melakukan "pompa asi" (klo bos nya gak ijinin kasih aja peraturann2 ini...
ini khusus di Indonesia aja ya...
1. UUD 1945 (PDF)
2. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (PDF)
3. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PDF)
4. UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azazi Manusia (PDF)
5. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (PDF)
6. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (PDF)
7. UU No. 7 Tahun 19996 tentang Pangan (PDF)
8. UU No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (PDF)
9. UU No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konfensi tentang Hak-Hak Anak (PDF)
10. Keputusan Menkes RI No. 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI Secara Eksklusif Pada Bayi di Indonesia (PDF)
11. Keputusan Menkes RI No. 237/MENKES/SK/IV/1997 tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PDF)
12. Peraturan Bersama MenagPP, Menakertrans dan Menkes tentang Peningkatan Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja (PDF)
13. Peraturan Kepala BPOM RI Tentang Penambahan Zat Gizi dan Non Gizi Dalam Produk Pangan (PDF)
14. Keputusan Kadinkes Provinsi DKI Jakarta tentang Pemberian ASI Secara Dini (Inisiasi Menyusu Dini) bagi Ibu Melahirkan di Provinsi DKI Jakarta tahun 2008 (PDF)
15. Peraturan Kepala BPOM RI tentang Pengelompokan Produk Formula Bayi dan Formula Lanjutan (PDF)
16. Perda Kabupaten Klaten No. 7 Tahun 2008 tentang Inisiasi Menyusu Dini dan Air Susu Ibu Eksklusif (PDF)
17. Pedoman Peningkatan Penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui yang Responsif Gender bagi Pusat dan Daerah (PDF)
18. Rekomendasi tentang Pemberian Makan Bayi Pada Situasi Darurat (PDF)
19. Alasan Medis yang Dapat Diterima Sebagai Dasar Penggunaan Pengganti ASI (PDF) 20.International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes (PDF)
21.  Konvensi Hak-Hak Anak (PDF)
22. Melindungi Bayi Dalam Keadaan Darurat (PDF)
23. Rangkuman Peraturan Perundangan di Indonesia Menyangkut ASI (PDF)
24. Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PDF)

http://aimi-asi.org/peraturan/

Sunday, December 18, 2011

sewa breastpump merk medela

Ayo dukung ASI eksklusif!

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik dan terpenting bagi bayi selama 6 bulan pertama hidupnya dan sangat baik jika diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun. Manfaat ASI tidak dapat ditemukan dan ditandingi makanan atau susu apapun. ASI mengandung berbagai vitamin dan antibodi yang tidak terdapat dalam susu formula sehingga bayi yang minum ASI memiliki ketahanan lebih baik daripada yang tidak minum ASI. Untuk jangka panjang, ASI meningkatkan kecerdasan intelektual serta mengurangi resiko diabetes, stroke, kanker, penyakit jantung.

Salah satu cara agar produksi ASI berlimpah adalah dengan sering mengosongkan payudara. Agar memerah ASI cepat dan mudah, breastpump (pompa ASI) menjadi alat bantu yang sangat berguna.
Bermacam merek dan tipe breastpump terkadang membuat para ibu bingung menentukan pilihan. 
Supaya tidak salah beli lebih baik para ibu menyewa dulu dan kalau sudah cocok barulah membeli :)

Mendukung ASI eksklusif, kami menyewakan berbagai tipe breastpump merek Medela yang sangat popular di kalangan para ibu menyusui di seluruh dunia karena teknologinya yang menyerupai kealamian bayi menyusu.

Info lebih lanjut menyewa breastpump (pompa ASI):
Titin Sutono
Titin.sutono@gmail.com
081 834 6656

Saturday, December 17, 2011

resep herbal untuk masalah asi

1. Daun Jinten (Coleus amboinicus Lour.), memperbanyak ASI. 
Masak daun jinten secukupnya dengan sup ayam. Minum airnya dan makan supnya.[2]
2. Katu (Sauropus androgynus (L,) Merr.), pelancar ASI.
Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Selain daun Katu dapat digunakan daun Bayamdaun Lembayungdaun SawiKacang Panjang,Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian. Makan harus teratur dan dipilih makanan yang bergizi.[4]
3. Kastuba (Euphorbia pulcherrima Willd. et Klotzsch.), memperlancar ASI
Cuci bunga kastuba segar sebanyak 10 gram, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari 2 kali, masing -masing 1/2 gelas.[1]
4. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.), memperlancar ASI.
Rebus 60-120 gram biji nangka, minum airnya dan makan bijinya.[2]
5. Pare (Momordica charantia L.), memperlancar ASI.
Giling daun pare secukupnya. Balurkan di sekeliling payudara.[2]
6. Som Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.), memperbanyak ASI.
Cuci bersih daun som jawa segar secukupnya, tumis, lalu makan sebagai lauk nasi.[3]
7. Sukun (Artocarpus communis Forst.), Menambah ASI.
20 gram daun sukun segar dicuci, lalu dirajang kecil-kecil. Rebus bahan dengan 2 gelas air matang selama 15 menit. Setelah dingin, saring, dan air rebusan dibagi 2 untuk diminum pada pagi dan sore hari.[3]
8. Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), mencegah penularan penyakit pada bayi melalui ASI.
Cuci bersih rimpang/umbi temu hitam dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC) secukupnya. Rebus bahan dalam 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan ramuan, lalu konsumsi seperti lalap. Lakukan pengobatan selama 3 hari sekali selama menyusui.[3]
_________________________________
Referensi
Buku
1. Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 3 (Jakarta: Trubus Agriwijaya, 2003)
2. Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 5(Jakarta: Pustaka Bunda, 2008)
3. Hariana, Drs. H. Arief, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, seri 3 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008) 
http://kembangbungaku.blogspot.com/2009/03/resep-herbal-untuk-masalah-asi-air-susu.html

Tuesday, December 6, 2011

Cairan Ajaib: Air Susu Ibu


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya;  ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.1 Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.
Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkanbayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar. 2
Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.
Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.
Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurnadari omega-3. 3 
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.4
Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. 5 Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung. 6
Fakta tentang "Makanan Paling Segar" [ASI]
Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.
Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.
Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisadimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akanair dalam cara yang paling bersih dan sehat.
ASI dan Kecerdasan
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitianpembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya.Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ. 7
Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?
Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit,melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketikasebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund,Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini.8 Kelompok yang berpusat di Universitas Lundini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.
Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASITerlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan  menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnyaMenurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaansel-sel kanker dan kemudian membunuhnyaAdalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnyaAlpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.9
Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah
Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. 10 Pengetahuanpenting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya:  ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan...(QSAl Baqarah, 2:233)
Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi didalam tubuh sang ibu.
http://harunyahya.com/indo/artikel/082.htm

1- “High-Risk Newborn—The Benefits of Mother’s Own Milk,” University of Utah Health Sciences Center, www.uuhsc.utah.edu/healthinfo/pediatric/Hrnewborn/bhrnb.htm.
2- Ibid.
3- C. Billeaud, et al., European Journal of Clinical Nutrition, 1997, vol. 51, 520-526.
4- "Breast milk 'does cut heart risk'," 1 March 2004, http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/3523143.stm.
5- "Breast milk helps reduce obesity," 2 May 2004, http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/3673149.stm.
6- Ibid.
7- Tim Whitmire, “IQ Gain from Breastfeeding,” http://abcnews.go.com/sections/living/DailyNews/breastfeeding990923.html.
8- “Breakthrough in Cancer Research,” www.mediconvalley.com/news/Article.asp?NewsID=635.
9- Peter Radetsky, "Human Breast Milk Kills Cancer Cells," Discover 20, No. 06, June 1999.
10- Rex D. Russell, “Design in Infant Nutrition,” www.icr.org/pubs/imp/imp-259.htm.

Monday, December 5, 2011

Berkenalan dengan Growth Spurts


Sebagai ‘ibu baru’ bagi bayi kita yang baru saja lahir ke dunia, sudah bisa dipastikan akan ada banyak hal-hal baru yang kita temui dan kita rasakan dalam mengasuh dan merawat bayi kita. Dalam hal mengasuh dan merawat, sudah barang tentu sebagai orang tua, kita selalu berusaha agar bayi kita mendapatkan hal paling terbaik yang bisa kita berikan. Saat kita sedang dalam masa mengasuh dan merawat ‘bayi baru’ ada kalanya kita menemukan suatu masa dimana bayi kita menjadi rewel, sering menangis kencang, tampak selalu lapar dan terus menerus menyusu dengan waktu menyusu yg panjang serta frekuensi yang sering. Mungkin beberapa ibu akan kebingungan dengan hal ini dan bisa jadi juga menjadi sedikit panik dengan keadaan tersebut. Apalagi untuk ibu yang memang memberikan ASI eksklusif untuk bayinya, hal tersebut bisa membuat ibu beranggapan bahwa air susunya kurang atau sedikit, sehingga bayinya menjadi tidak kenyang meski sudah disusui.
Apabila kita mendapati hal-hal tersebut, bisa jadi bayi kita sedang dalam masa “Growth Spurts”. Apakah sebenarnya “Growth Spurts” (GS) ituh?
GS adalah sebuah masa yang penting dalam rangka tumbuh dan kembang bayi. Dalam masa GS, pertumbuhan bayi akan terjadi lebih cepat daripada yang biasanya. Selama masa GS, bayi akan menyusu lebih sering dan lebih lama dari biasanya (bisa setiap satu jam bayi meminta untuk disusui) dan tidak jarang juga bayi akan menjadi sangat rewel meski telah disusui. Pola tidur bayi yg sedang GS juga dapat berubah, bisa jadi semalaman dia tidak mau tidur karena ingin menyusu, sedangkan pada siang hari, dia menjadi tidur sangat lama. Ini semua terjadi karena bayi sedang memaksimalkan proses tumbuh kembangnya.
Bayi bisa mengalami GS pada usia 7-10 hari, 2-3 minggu, 4-6 minggu, 3bulan, 6 bulan, 9 bulan atau lebih, atau bisa juga di waktu-waktu yang lainnya. Sebagai informasi, ternyata GS ini dapat berlangsung hingga usia remaja. Lama berlangsungnya GS adalah  2-3 hari atau bahkan bisa sampai seminggu.
Apakah yang dapat ibu lakukan ketika bayi mengalami GS? Berikut sedikit tips yang bisa ibu lakukan ketika bayi berada dalam masa GS :
  1. Yang paling penting dan paling utama adalah, tetaplah yakin dan percaya diri bahwa ASI anda cukup dan pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang GS. Buang jauh-jauh pemikiran bahwa ASI anda sedikit, sehingga bayi menjadi rewel atau menangis terus-terusan meski telah disusui dikarenakan dia masih kurang kenyang.
    Positive thingking perlu ditanamkan dalam benak ibu, karena apabila ibu menyusui “berpikiran negatif” yang berujung pada stress, maka hal tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI.
  2. Tetaplah menyusui bayi anda kapanpun dia inginkan. Biarkan bayi anda menyusu sebanyak dan selama yang diinginkannya. Dengan terus menerus menyusui bayi maka payudara anda akan terstimulasi untuk menghaslkan (memproduksi) ASI yang lebih banyak lagi.
  3. Beberapa ibu mengeluhkan bahwa bayinya suka rewel apabila sedang menyusu. Apabila bayi menyusu lalu tiba-tiba berhenti atau melepas pelekatan sambil rewel, ada kemungkinan bayi tidak mendapatkan aliran ASI secepat yang bayi inginkan. Apabila hal tersebut berlanjut, ada baiknya ibu menghubungi konselor laktasi untuk berkonsultasi tentang masalahnya.
  4. Bila bayi sudah tampak kenyang dan tenang, coba sodorkan sekali lagi payudara ibu (dari sisi payudara yg sama terlebih dulu). Karena terkadang pelekatan bisa saja terlepas sebelum bayi benar-benar kenyang, kalau ini terjadi akibatnya tidak lama kemudian bayi akan merengek lagi untuk minta disusui.
  5. Terkadang bayi yg sudah kenyang, masih tampak sedikit rewel, karena bayi sulit untuk memulai tidur. Gendong dan ajaklah bayi berjalan-jalan sebentar di halaman atau teras rumah. Hembusan angin yang sepoi-sepoi dapat membantunya untuk tidur.
  6. Tetaplah menjaga asupan makanan untuk ibu. Gizi yang seimbang dengan memperbanyak asupan air mineral untuk ibu dapat membantu untuk menjaga produksi ASI dan stamina ibu menyusui.
Sumber :Sumber :

http://www.kellymom.com/bf/normal/growth-spurt.html
http://breastfeeding.about.com/od/breastfeedingbystage/a/growthspurt.htm
http://pediatrics.about.com/od/yourbabyweekbyweeks/ss/baby_wk_eleven_2.htm
http://www.breastfeeding-magazine.com/growth-spurts.html

Wednesday, August 17, 2011

pijat bayi

Pijat bayi mempunyai banyak keuntungan, antara lain mengurangi kebiasaan menangis, menaikkan berat badan, membuat bayi Ibu mudah tidur, melatih eye contact dengan Ibu, mengurangi level stres hormon bayi, juga membantu bayi untuk buang air besar (pijat perut).

Teknik memijat tidak terlalu penting, yang penting adalah frekuensi memijat dilakukan secara rutin, dan kontak kulit Ibu dengan bay...i. Pijat bayi ini berbeda dengan pijat bayi di Indonesia, yang lebih mirip urut karena tenaga dan tekanan yang dikeluarkan besar. Pijat yang dimaksud di sini lebih ke gerakan mengusap saja, yang dilakukan secara rutin.

Cara memiijat bayi (dilakukan dengan lembut):

1. Dada

Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser diagonal ke kanan atas, kemudian kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah. Kiri bawah, kembali ke tengah, kanan bawah, kembali ke tengah.

2. Paha dan Betis

Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan kita. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan sama.

3. Kaki

Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. Remas jari satu persatu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai ke jari kaki.

4. Wajah

Pijat mulai dari tengah menuju samping kiri, kemudian tengah menuju samping kanan.

5. Perut

Pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:

* Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)
* Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)
* Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi.

6. Tangan

Pijat dari pangkal lengan, lalu turun ke tangan,. Kemudian kembali memijat dari tangan ke pangkal lengan.

http://www.clubnutricia.co.id/new_mum/first_weeks_practical_tips/article/baby_massage

asi he best

Penelitian selama 14 tahun di Australia selatan membuktikan bahwa semakin lama masa penyusuan seorang anak maka membebaskan anak dari resiko gangguan jiwa emosi ;)
Penelitian inilah yg membuktikan bahwa secara Emotional Quotient dan Spiritual Quotient membuat anak ASI jauh lebih menonjol drpd anak yg minum susu selain ASI :'(





http://www.facebook.com/asibayi.breastfeeding#!/groups/tanya.asi/?id=10150276744976026&notif_t=group_activity

iklan aimi



http://www.youtube.com/watch?v=n7qrtVoB3ds&feature=player_embedded

Monday, August 15, 2011

LDR bagi mamaperah

LDR bagi mamaperah :D

by Ummu Hasna-Haifa on Monday, August 15, 2011 at 8:22pm



Let down refleks...

Adalah pengeluaran asi secara spontan/reflex, yaitu pada saat ASI ngucur deras sewaktu diperah/ketika meyusui. Kalau kita tahu kuncinya LDR, memerah ASI bisa efektif dan efisien ...10 menit dapat 100cc lho!

LDR itu pada keluar pada menit2 tertentu...kadang lama kadang juga cepat. Kalau kita pintar merangsang LDR dengan efektif, maka LDR bisa dating lebih cepat. so, perah ASI jadi efisien.

Misalnya LDR pertama kita dapat 50 cc lalu LDR kedua dapet 50 cc lagi. LDR ketiga dan seterusnya biassanya hanya 20-30 cc tetapi di LDR ke-3 ini biasanya bentuk ASI lebih kental dibandingkan LDR ke-1 dan ke-2. Artinya… di LDR ke-3 ini kandungan hindmilk lebih banyak. Jadi kalau masih punya aktu untuk memerah dan payudara belum cape, lanjutkan. Hehe….

Jika frekuensinya perah kita sehari 4-5 kali jadwal perah... ini jg akan lebih mudah mendapatkan LDR... berbeda dengan yg jarang perah ^_^

Begitu juga untuk yang rajin memijat payudara & kompres panas dingin bergantian sehari 2 kali juga akan lebih mudah untuk mendapatkan LDR.

Dengan sering menyusui / menyusui setiap bayi mau ketika di rumah/tidak bekerja juga dapat merangsang kelarnya LDR….. sehingga ketika memerah bisa merangsang keluar LDR lebih cepat.

Jadi menurut saya, LDR tidak akan didapat secara instant... tetapi membutuhkan proses/latihan terus menerus, dan berkesinambungan.

Lalu bagaimana dengan kualitas ASInya? Kualitas asi yang diperah dengan frekuensi lebih tinggi akan meningkatkan produksi hindmilk (ASI tidak encer seperti jika jarang mmerah/mengosongkan payudara)

Bagi Work Mom, dengan memancing LDR maka waktu perah semakin singkat, sehingga tidak mengganggu pekerjaan. Selain itu juga dapat memberikan kesempatan tubuh untuk memperolah lebih banyak waktu luang untuk memproduksi ASI lagi sampai ke jadwal perah berikutnya.

Dengan menguasai teknik LDR berarti mengenai masalah perah-memerah asi yg mengganggu pekerjaan bisa terselesaika.

Kuncinya LDR ada di Putting dan aerola

Pertama yg harus dilakukan adalah membuat jadwal perah yg dengan frekuensi 4-5 kali sehari. ini sangat penting. Karena kalau jarang memerah, LDR nya jg sulit keluar.

caranya, sentuh puting dengan lembut dan buat gerakan melingkar. Gerakannya selembut mungkin ya, karena disitu banyak jaringan lunak sehingga gerakan kasar tidak bisa memancing LDR hehe… lalu dibawah aerola coba diraba sedikit... ada bagian yang “grenjel2” kan? lembut kaan? Hehe.. nah sentuh 2 jari telunjuk dan jari tengah, tekan sedikit... dan buat gerakan seperti lagi periksa grunjelan... usap2... sambil di goyang2 ke samping... ikuti gerakan payudara yang digoyang ajah (hadoh bukannya porno yaw… :D)

nggunyernya itu caranya puting ditekan sedikit pakai jari... lalu diusap2 agak diputer2 tapi jgn ditarik yaaaaaaaaa…….lakukan saja itu smua 1-2 menit biasanya payudara langsung terlihat lebih terisi lalu kalau sudah menetes2... nah itu LDR nya udah kluar. Horeeee…. :D

Dalam 1 kali sesi perah bisa saja terjadi 3-4 LDR jadi, perahnya ya saat LDR muncul...

Yang penting harus sabar dan fikiran harus tenang ya…. Datangnya LDRnya makin lama makin sulit terutama setelah LDR ke-3. Sabar..sabar.. hehe..

Dengan LDR hasil yang sama bisa diperoleh dalam waktu yang 2x lebih pendek. Jg bisa meminimalisir stress.

Kalau sudah lancar, biasanya 10 menit bisa dapat 100-120cc

Oya, kuncinya ada di ritme juga, tdak boleh buru2 tekanannya. Jadi, tekan… lepaskan... begitu terus... jangan tekan2 dalam jarak terlalu yg cepat. Mirip ritme detak jantung

Ketika sudah datang LDR... langsung kuras sedapatnya.... kemudian klo sudah habis... rangsang lagi.. ketika dapat LDR kuras lagi... begitu seterusnya…….

Bagaimana jjika memerah tetapi payudara kempes?? never worry...santai.... tinggal mainkan teknik LDRnya dan...nyuuuuut nyuuuut..... payudara terisi lagi deeeh.. dan ngucur lagi deehh... ya gitu deeeh… hehe.. :D

Oke ya mom... selamat berjuang. Sekali lg utk mendapatkan LDR ini butuh jam terbang. so...makin lama makin terampil aja dah…. selamat berlatih terus ya… ^_^

Tuesday, August 9, 2011

my silly reason for breastfeeding

Cuma pengen share lucu-lucuan aja dari pengalaman meyusui selama 23 bulan (and still going on). Biar ga stress. So these are my reasons…

1. I’m appreciating God’s Creations
Thank you, God for giving me these beautiful pair of breasts… After carrying around for so long, it’s nice to know they have an actual purpose.

2. Saya pemalas sejati
Kebayang kalo saya ngasih susu botol ke anak… Bangun tengah malem musti bikin susu buat anak… Mata masih picek, ntar salah masukin lagi.. Waduh… Jalan2 ke mall, bawaannya kaya mau pindahan. Belum lagi repot musti bersihin botol, cari yg BPA free, cari dot yg pas buat anak, cari susu yg cocok, blablabla…. Ngbayanginnya aja udah males gilaaaaa…
Enakan nyusuin deh… ga repot. Jalan2 bawaannya cuma satu tas. Anak nangis di malem-malem buta.. buka baju, tidur lagi… Walopun bangun paginya saya kaya korban pemerkosaan.

3. I love the product
It’s free (pocket friendly), easy to clean, portable, easy to carry, no expiry date, ready to use, belum lagi kemasannya yg menarik... Hmmm… love it!

4. Aji mumpung
Mumpung nyusuin, halal hukumnya makan apa aja dengan porsi kuli. Khan lagi nyusuin, perlu baju2 yg gampang buat nyusuin donk… let’s go shopping! Suami dilarang protes. Masih nyusuin nih… Jangan dibikin stress biar ASInya ga seret… Dibeliin berlian pasti hepi. Wkwkwkwkwkwk…

5. Bye-bye fat
Seperti yg saya sebutkan, saya pemalas sejati… even does a sport. Jadi, nyusuin aja deh.. And it works! Dari 84 kg ke 82 kg, setelah 23 bulan, sekarang 47 kg. No diet, no medicine, no pain. Hell yeaaaahhh!!

6. Enjoying my baby’s unconditional love
Kalo udah mau nyusu, bayi kita ga bakalan peduli kita wangi, bau badan, dandan, ga dandan, modis, ga modis, pake daster atw pake dress. My baby still looks at me with love in his eyes… So adorable…

7. My last resort
Biar kata nempel sama kakek, nenek, papanya, babysitter atau bahkan pembantu, kalo laper atw haus… yang dicari pasti ibunya. Semua mingggiiiiirrrr…


Regards,
Chiky mamanya Rama (23mos)

Friday, July 22, 2011

tips agar bisa berpuasa saat menyusui

  1. Beberapa tips :
    1.Saat makan sahur, usahakan banyak minum, terutama minuman hangat.
    2.Usahakan menyusui setelah sahur selama mungkin hingga saat berangkat ke
    kantor
    3.Di kantor, usahakan memerah ASI dengan frekuensi seperti saat tidak
    berpuasa. Di rumah, mintalah pengasuh bayi untuk memberi ASI simpanan
    seperti biasa plus makanan pendamping lain.
    4.Satu jam menjelang pulang, usahakan agar bayi sudah tidak diberi
    makanan/minuman apapun.
    5.Saat ta'jil, usahakan minum minuman hangat agar merangsang kelancaran ASI.
    6.Setelah berbuka, segerakan menyusui bayi.
    7. Sebelum tidur, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

    sourced : http://www.ummigroup.co.id/?pilih=lihat&id=363
    <http://www.ummigroup.co.id/?pilih=lihat&id=363>

    Berpuasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
    indosiar.com - Pada bulan ramadhan, setiap umat muslim diwajibkan untuk
    berpuasa. Namun tidak semua umat muslim mampu menjalankan ibadah tersebut.
    Misalkan saja orang tua yang sudah sepuh, anak balita, orang sakit, dan tak
    terkecuali bagi ibu hamil yang kehamilannya bermasalah serta ibu menyusui.

    Wanita yang sedang hamil atau menyusui tetap harus berpuasa di bulan
    Ramadhan, sama dengan wanita wanita yang lain, selagi ia mampu untuk
    melakukannya. Seorang wanita hamil tidak diperbolehkan berpuasa jika
    kehamilannya bermasalah. Memaksakan berpuasa hanya akan mengganggu
    perkembangan janin.

    Kegiatan berpuasa hanya mengubah jadwal makan. Sementara, asupan makanan
    yang dikonsumsi ibu hamil dan menyusui selama berpuasa tetap dibuat sama
    dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 %
    karbohidrat, 30 % protein, dan 10-20 % lemak.

    Bagi ibu hamil yang ingin berpuasa disarankan untuk memperhatikan gejala
    berkurangnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia). Gejala ini ditandai
    dengan pusing, gemetar, mual, dan demam. Dan yang dianjurkan bisa berpuasa
    adalah ibu yang masa kehamilan sudah cukup tua dan kuat yaitu sekitar usia
    kehamilan 5 bulan keatas.

    Sedangkan bagi ibu menyusui, yang disarankan berpuasa adalah ibu menyusui
    dengan usia bayi 6 bulan keatas. Sementara bagi ibu yang menyusui ASI
    ekslusif bisa tidak berpuasa karena harus menyusui tiap dua jam sekali dan
    si bayi belum memperoleh makanan pendamping ASI. Yang perlu diingat : saat
    ibu menyusui berpuasa, pola menyusui akan berubah. Pasokan ASI akan
    berkurang pada siang hari namun melimpah pada malam hari.

    Sedangkan bagi ibu hamil, penting diingat bahwa selama hamil, pasokan kalori
    sangat diperlukan dalam nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin.
    Yang jelas, harus lebih memperhatikan makanan yang dimakan saat sahur dan
    berbuka.

    Bagi ibu hamil dan menyusui, sangat tidak diperbolehkan untuk meninggalkan
    makan sahur. Makan sahur dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk
    beraktivitas seharian. Konsumsi gizi seimbang pada saat sahur akan membantu
    ibu menyusui menghasilkan sari makanan bergizi untuk si kecil.

    Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah. Apalagi jika si ibu baru
    saja menyususi. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, entah itu dengan cara
    tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran.

    Perlu diketahui juga, bagi ibu hamil yang menderita Diabetes Melitus (DM)
    dan Hipertensi, sebaiknya tidak berpuasa karena penderitanya harus terus
    menerus mengkonsumsi obat secara teratur. Juga bagi ibu hamil yang mengalami
    gangguan saluran pencernaan, atau yang memiliki riwayat anarexia dan bulimia
    (gampang muntah), tidak diperkenankan berpuasa.

    Beberapa tips bagi ibu hamil dan menyusui yang ingin berpuasa adalah :

    a.. Makan sahur dengan makanan yang bergizi, sangat penting bagi ibu
    hamil
    dan menyusui. Sebaiknya ibu hamil banyak mengonsumsi daging. Daging adalah
    makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan
    tubuh dalam waktu cukup lama.
    b.. - Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih
    sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua
    liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat.
    Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu
    hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam
    darah.
    Gejala anemia banyak ditemukan pada ibu hamil karena mereka kurang
    mengonsumsi makanan bergizi. Anemia berbahaya bagi ibu hamil, karena pada
    saat persalinan ibu akan mengalami kesulitan dan luka akibat persalinan
    sulit menutup.
    c.. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran
    ASI bagi ibu menyusui.
    d.. Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan
    ringan dengan minuman hangat.
    Intinya, berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui semata-mata adalah demi ibadah
    dan dapat menjalankan puasa secara sehat dan senantiasa bugar.(berbagai
    sumber/Idh)

    sourced : http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=45493

    Bila Ibu menyusui puasa

    Assalamu'alaykum wr. wb.,

    Saya ada pertanyaan mengenai Ibu menyusui di bulan Ramadhan...
    Istri saya saat ini sedang menyusui anak usia 10 bulan. Istri maunya tetap
    berpuasa...yang ingin saya tanyakan makanan apa saja (utk Istri saaya) yang
    memenuhi kebutuhan gizi untuk menyusui anak saya usia 10 bulan?

    Wassalam,
    Bambang Sulistiyono, Balikpapan Indonesia.

    Jawab:

    Wa'alaikumsalam,

    Bapak Sulistiyono yang sayang keluarga, semoga jawaban ini tidak terlambat
    ya Pak. Dan saya mengucapkan selamat beribadah di bulan Romadhon ini.

    Alloh memberi keringanan pada kita, tentu ada hikmah dibaliknya, karena
    Alloh yang maha tahu tentang kelemahan kita. Kondisi ibu menyusui pun
    berbeda satu sama lain, ada yang diberi kondisi kuat ada juga yang lemah.

    Anak Bapak berusia 10 bulan, dan pada usia ini biasanya mendapatkan ASI non
    eksklusif, jadi sangat dimungkinkan bagi sang ibu untuk tetap berpuasa.

    Adapun makanan yang diperlukan agar zat gizi tetap terpenuhi, sebaiknya
    tetap memperhatikan keseimbangan zat-zat yang diperlukan (Protein,
    Karbohidrat, Lemak, Vitamin dan Mineral), terutama pada saat berbuka puasa
    dan sahur.

    Saat berbuka puasa, tentu setelah sebelumnya memakan makanan yang manis dan
    mudah dicerna semacam kurma, sebaiknya ibu segera makan berat. Hal ini
    karena ibu menyusui lebih banyak mengalami kekurangan energi. Kebutuhan air
    minum pun jangan dilupakan, untuk menghindari dehidrasi yang mengakibatkan
    produksi ASI berkurang. Usahakan 10-12 gelas perhari, bisa diminum saat
    berbuka, diantara berbuka dan sahur dan pada waktu sahur. Minum susu juga
    baik bahkan dianjurkan.

    Dibawah ini ada artikel menarik yang bisa bapak baca untuk lebih melengkapi
    jawaban saya. Sekali lagi selamat beribadah puasa dan salam juga buat
    keluarga.

    wassalaamu'alaikum
    Dewi Yuniasih

    http://staging.sahabatnestle.co.id/HOMEV2/main/TKSK/TKSK_ndnp.asp?id=469
    http://staging.sahabatnestle.co.id/HOMEV2/main/TKSK/TKSK_ndnp.asp?id=432
    http://www.kompas.com/kompas-cetak/0211/17/keluarga/puas21.htm

    sourced : http://www.kharisma.de/?q=node%2F97

    Selamat menunaikan Ibadah Shaum.

Monday, July 18, 2011

Not enough milk?

You can tell if your baby's getting enough milk even though you can't tell how much is going in.

Mum feeding baby One of the most common reasons a mother weans her baby before she might want to is that she is worried that she doesn't have enough milk. Nearly all mothers are capable of producing enough breastmilk for their babies. Just as you have already nurtured your baby in your womb for nine months, so your body is designed to continue providing nourishment once your baby is born. Everything your baby needs to grow strong and healthy is in your milk. It is the normal food for your baby and you and your baby will work together to establish your milk supply and maintain it as your baby grows. Of course, there might be other reasons why baby is fussy or crying and you might want to check with your medical adviser if you have any concerns. Here are some ideas to help you work out if your supply really is low and some suggestions that will help you make more milk for your baby.

If your fully-breastfed baby shows two or more of the signs below then you most likely have enough milk.

  • At least five heavily-wet disposable nappies (or six to eight very wet cloth nappies) in 24 hours provided no other fluids or solids are being given. A very young baby will usually have two or more soft bowel movements a day for several weeks. An older baby may have fewer than this. Small quantities of strong, dark urine or formed bowel motions indicate that the baby is in need of more breastmilk.
  • Good skin colour and muscle tone.
  • Your baby is alert and reasonably contented and does not constantly want to feed. Your baby will probably wake for night feeds. A few babies sleep through the night at an early age, while most will wake one or more times during the night for quite some time.
  • Some weight gain and growth in length and head circumference.

Some other points to consider:

  • Genetic patterns need to be taken into account when assessing a baby's growth. Slower weight gain may be more likely in a family where the parents are of small stature, but the baby will still show consistent growth over the first year.
  • A baby's stomach is only as big as his fist and can only contain small amounts at a time. This means babies need to feed quite frequently to get all the milk they require.
  • Some apparently contented babies are very undemanding and need to be woken for feeds so that they will continue to gain weight. Most breastfed babies feed at least eight to twelve times in 24 hours. If weight gain is a concern, your baby may need to be woken, particularly for a night feed, to ensure he is having a minimum of six feeds in 24 hours.
  • On the other hand, some colicky babies seem far from content, and may feed frequently, yet continue to gain weight steadily. Commonly, these babies appear hungry frequently, but may actually be getting too much milk, too fast and have tummy ache. You can tell if this is the case if your baby has lots of wet and dirty nappies every day. See the Too Much Milk article on the website or refer to the Australian breastfeeding Association booklet Too Much.
  • Between six weeks and six months, it is normal for babies to have fussy periods from time to time, when they ask to feed more frequently than usual. You may wonder if your milk supply is still meeting your baby's needs. These times used to be called 'growth spurts' or 'appetite increases', however studies have shown that exclusively-breastfed babies' intake of breastmilk does not increase significantly between one and six months of age. Although it is not known exactly why babies have periods like this, it is a very common event that may be linked to their development. It does not mean that you don't have enough milk. If you follow your baby's lead and breastfeed more frequently for a few days, you will probably find that your baby soon settles down again. Hot weather may also trigger an increase in a baby's feeding frequency.
  • Most babies will feed best if they are put to the breast before they are crying hard. Crying is a very late hunger signal. Watch your baby; he may start to stir from sleep, maybe try to suck his fist or otherwise 'search' for food quite a while before crying. A lot of mums find that by offering the breast as soon as baby starts to stir can help baby to take a good feed. Some parents also will use kangaroo care (skin-to-skin cuddling by holding baby with bare chest against mother's bare chest) to help the baby relax into breastfeeding and this also boosts the mother's hormone levels to assist her milk supply. A blanket, shawl or shirt can be used to cover both of you to keep warm and baby can even be carried in some slings like this (see ABA's Simplicity Sling on the Mothers Direct website. See also the article on our website, called Baby-led attachment.

You and your baby work together to start the milk-making process and to maintain it at the right level to ensure it meets your baby's needs. If you are concerned that this may not be happening, you might like to check the following possible causes of low milk supply:

  • not enough feeds, or feeds too short or interrupted
  • poor positioning at the breast, or poor sucking (often causing sore nipples)
  • changing sides too soon
  • tension, pain or fatigue inhibiting your let-down reflex
  • using complementary feeds (comps) or top-ups of artificial baby milk; and/or stretching out time intervals between feeds with a dummy
  • introducing solids too early (before six months)
  • hormonal change in the mother eg ovulation, menstruation, pregnancy or contraceptives
  • some medications or drugs - whether prescribed, over-the-counter, recreational or herbal
  • cigarette smoking
  • illness in mother or baby
  • very rarely, a physiological inability (that a mother is born with or, for example, as a result of previous breast surgery or injury)

The secret to boosting your milk supply is to fit in more feeds than is usual for your baby. More frequent and efficient milk removal by a well attached baby means more milk will be made. More frequent feeding means more milk.

Increasing your supply booklet cover Human babies are designed to need frequent feeds and by offering the breast at least every two or so hours during the day (and usually at least one night feed), your milk supply can increase quickly. Feeds don't have to be at regular intervals, you might find that you can fit in an extra breastfeed at any time if baby is awake and happy to accept it, or offer a 'top-up' fairly soon after a feed. There are many more ideas in the booklet Increasing Your Supply or talk to an Australian Breastfeeding Association counsellor to discuss your situation.

Very occasionally, a mother tries the ideas above and still finds that her milk supply is low. If you think this is the case with you, speak to a health professional who has a special interest in breastfeeding, as you may be able to try some medication to maximise your milk supply.

If you have been advised to wean because of a persistent low milk supply, think about whether breastfeeding may be important for you and your baby for reasons that have nothing to do with providing all her food. It is possible to combine breast and artificial baby milk successfully for quite a long time. Don't be embarrassed because you don't wish to wean. As long as your baby is happy to suck, you are always providing some nutrition, health protection, as well as much comfort and reassurance for your child. If you want to continue, be reassured that you can still meet your baby's nutritional and emotional needs by breastfeeding.

All of these possibilities and the practical means to overcome them are discussed in the ABA booklet Increasing Your Supply. This booklet also discusses how to use complementary feeds if they are medically necessary, debunks many myths, explains good positioning, and how the breast makes milk. By learning these things, you will have the basis to make sense of any advice you receive, and to make the decisions that best suit you and your baby. After all, you are the expert on your baby!

http://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/lowsupply.html

Buruh Pabrik Berjuang Demi ASI Eksklusif

KBR68H - Bagi banyak ibu, memberikan ASI eksklusif menjadi cita-cita sebelum bayi lahir ke dunia. Tetapi bagaimana jika masa cuti berakhir, sementara mereka harus kembali bekerja? Bagaimana menyimpan ASI kalau tak ada kulkas? Reporter KBR68H Suryawijayanti berbincang dengan para buruh pabrik tekstil di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat yang harus berjibaku memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Buruh dan ASI

Kemijem menunjukkan peralatan yang rutin ia bawa ke pabrik. Termos kecil dan botol-botol kecil berjajar rapi. Kemijem menjelaskan, botol-botol itu diberi nomor supaya tidak membingungkan. Satu botol berisi kira-kira 100 mililiter ASI. Dalam sehari biasanya ia memeras susu hingga 3 kali.

Botol-botol yang berisi ASI ini dimasukkan ke termos besar berisi es batu.

Kemijem adalah buruh pabrik tekstil di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Sudah hampir 10 tahun dia menghadapi mesin pemintal kain. Hari-hari ini dia harus cuti panjang karena penyakit asmanya kambuh. Jika tak cuti, perempuan asal Sleman ini setiap hari bekerja di pabrik yang letaknya sekitar setengah jam dengan motor dari rumahnya.

Botol-Botol ASI dikasih nomer sesuai urutan waktu memerah

Botol-Botol ASI dikasih nomer sesuai urutan waktu memerah

Memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, bukan perkara mudah bagi Kemijem.

“Nggak ada dukungan dari keluarga, hanya bersama suami saja. Saya satu rumah sama kakak, dia nggak mendukung, “Sudah kasih saja susu formula.” Saya bilang nggak. Yang ngasuh juga bilang kasih susu formula. Saya bilang tidak, pokoknya harus ekslusif selama enam bulan.”

Keinginan Kemijem memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada Rizky anaknya, bukan tanpa alasan. Anak pertamanya yang berjarak 11 tahun dengan si bungsu tak mendapatkan ASI secara penuh. Dulu ia tak punya banyak pengetahuan soal ASI.

“Jadi sebelum melahirkan saya sudah konsultasi ke dokter minta ASI eksklusif sama Inisiasi Menyusui Dini. Tapi kondisi yang lemah karena di-Caesar sempat pingsan, nggak bisa IMD. Tapi saya tetap harus memberikan ASI eksklusif, meskipun awalnya gak diizinkan, karena nggak bisa jalan. Tapi setelah dua hari saya nekat dan pakai kursi roda ke ruang bayi untuk memberi ASI.”

Hanya 1,5 bulan usai melahirkan Kemijem harus kembali bekerja. Itu artinya masih ada 4,5 bulan bagi bayinya untuk menikmati hak ASI eksklusif.

Termos mini untuk menyimpan ASI usai diperah

Termos mini untuk menyimpan ASI usai diperah

“Alhamdulilah merepotkan juga sih Bu, soalnya rumahnya di petak, belum punya kulkas, listriknya belum kuat. Alhamdulilah katanya bisa pakai termos es yang bisa tahan dua hari. Jadi setiap esnya cair, lalu diganti, selalu dicek gitu.”

Bersama suaminya, Kemijem berbagi tugas. Gunarto berburu es batu, sementara Kemijem harus meluangkan waktu setiap dua jam sekali untuk memerah ASI. Es batu dibutuhkan untuk memperpanjang usia ASI yang sudah diperah. Dalam sehari 4 botol ASI berhasil diperah.

“Jadi sebelum nganterin kerja beli es, pulang lagi, nganterin bayi ke yang ngasuh, lalu ambil ASI, begitu terus selama enam bulan.”

Mereka tak punya kulkas untuk menyimpan persediaan ASI yang sudah diperah. Daya listrik di rumah kontrakan mereka tak mencukupi. Sementara mencari warung yang menjual es batu, tak semudah yang dibayangkan.

Gunarto, suami Kemijem, menjelaskan, termos itu harus penuh diisi es batu. Jika tidak penuh nanti akan mencair. Gunarto memakai es balok karena lebih tahan lama dibandingkan batu es dari kulkas rumahan. Dengan es balok itu, ASI dalam botol bisa terjaga suhunya supaya tidak cepat basi.

Di tempat lain, Imas Asih Sri Maryani adalah rekan kerja Kemijem di salah satu pabrik garmen di Rancaekek, Jawa Barat. Sejak awal kehamilan anak pertama, Imas sudah berencana memberi salah satu merk susu formula kepada bayinya. Alasannya sederhana. Sebagai buruh dengan masa kerja tiga shift, ia membayangkan betapa repotnya jika harus memberikan ASI kepada buah hatinya.

Kemijem, Dinny dan Imas

Kemijem, Dinny dan Imas

“Dulu sempat mau pakai susu formula di awal-awal kehamilan. Suami saya juga nggak tahu, katanya anak dikasih ASI, itu ASI-nya kalau disimpan jadi darah. Bilang ke mama juga tidak mendukung.“

Demi memuluskan proses ASI Ekslusif , Imas memutuskan pindah rumah, jauh dari orangtuanya.

“Saya khan tinggal sama mamah. Karena takut nggak lulus ASI eksklusif, saya pindah jauh dari mamah, bawa adik. Pokoknya kalau pas waktu kerja adik ditelepon, saya kerja jam 10 malam besok pulang. Saya takut anak diberi makan.”

Untuk mencuri waktu memerah ASI, Imas harus berkompromi dengan teman-temannya di pabrik. Karena setiap kali ia memerah ASI, ia harus meninggalkan pekerjaan. Padahal mesin pabrik tak boleh mati. Sementara dalam sehari minimal ia butuh istirahat selama tiga kali untuk memerah ASI.

“Kalau masuk shift pagi, sebelum masuk jam setengah enam, trus istirahat pk. 09.00, dan shalat Dzuhur. Sekali merah dapatnya satu botol. Saya merah pakai tangan saja, nggak pernah pakai alat, cukup tangan bersih. Bahkan dulu di pabrik saya ini disebutnya Imas Steril. Ah banyak sekali omongan teman-teman yang nggak enak, tapi tetap jalani saja.”

Sulitnya Buruh Memberi ASI

Dinny Kus Andiany tengah mempraktikkan cara memerah ASI dengan tangan. Siang itu dia menyambangi rumah Kemijem untuk mempersiapkan Kelas Edukasi ASI yang akan segera digelar. Kemijem dan Imas yang telah lulus ASI esklusif tengah ditatar untuk membagikan kisahnya kepada teman-temannya di pabrik.

Asi di dalam Termos Es

Asi di dalam Termos Es

Kemijem dan Imas tampak tekun mempelajari langkah demi langkah yang dipraktikkan Dini.

Sudah hampir lima tahun ini Dinny aktif terlibat menyuarakan ASI eksklusif untuk bayi. Ibu dua anak ini tergabung dalam Klasi YOP (Yayasan Orangtua Peduli) Bandung, Klub Peduli ASI Kegiatannya memberikan pelatihan bagi para calon ibu, hingga pendampingan bagi ibu melahirkan.

“Tahun 2007 Bandung mendirikan Klasi diawali dua kelas, yakni ibu hamil dan ibu bekerj. Pesertanya beragam dari mulai ibu yang akan hamil, hamil, menyusui, lalu yang single. Bahkan ada nenek dan pengasuh juga ikut dalam kelas ini.”

Belakangan ini Kelasi menyasar para perempuan yang bekerja di pabrik. Pasalnya ibu yang bekerja di pabrik lah yang paling banyak menemui kendala jika harus memberikan ASI Eksklusif.

“Jadi kami punya anggota tim yang kerja di pabrik dan mengeluhkan sistem shift, tak seperti yang bekerja di zona nyaman. Soalnya khan ada sistem shift, dukungan kurang, waktu juga sulit, dan keterbatasan lain. Nah selanjutnya kami berusaha mendampingi, ini merintis karena tidak semua pabrik mau diajak kerjasama. Jadi harus pelan-pelan melakukan pendekatan”, lanjut Dinny.

Kunci Sukses Ibu ASI

Dinny menjelaskan, proses menyusui adalah proses belajar tiga orang sekaligus, yaitu bayi, ibu dan ayah.

“Menyusui itu tiga orang yang belajar. Bayi belajar menghisap, butuh perjuangan untuk itu, karena biasanya disuplai ibunya ketika di perut. Lalu ibunya harus punya ilmu dan percaya diri, harus kekeuh, meskipun banyak halangan. Dukungan suami tak kalah pentingnya. Suami harus mendukung dan menjadi satu tim, satu paket.”

Kemijem tidak akan sukses memberikan ASI eksklusif, jika suaminya tidak turut jungkir balik mendukungnya. Gunarto mulai terbuka wawasannya soal ASI esklusif awalnya hanya iseng-iseng membaca buku panduan ASI milik istrinya.

“Itu khan saya baca buku istri, kadang-kadang kalau istri capek pulang kerja, saya yang bacain, sementara istri tiduran. Saya tidak tahu sama sekali soal ASI Ekslusif. Eh setelah baca kok menarik dan saya penasaran. Pas baca itu saya bilang ke istri pokoknya harus lulus ASI eksklusif nanti.”

“Saya ikut rutin ngontrol kalau mamanya kerja, jangan sampai Rizky dikasih minuman atau makanan. Jadi ngecek ke pengasuh terus-terusan. Lalu kalau kemudian ya ngambil ASI ke pabrik untuk dibawa pulang. Cari es, meski capek tapi nggak papa, yang penting tetap ASI ekslusif”, lanjut Gunarto

Perjuangan memberikan ASI eksklusif semakin teruji, ketika Kemijem masuk rumah sakit karena demam berdarah. Dengan tangan diinfus, dia masih berusaha memerah ASI.

“Awalnya masih jalan produksi ASI-nya. Pas diinfus tangan satu meres, lalu suami yang pegang botolnya. Saya juga minta ke dokter agar diberi obat yang tidak bahaya untuk bayi.”

Namun, kondisi Kemijem membuat ASI tak keluar lancar. Hampir putus asa karena bayi terus rewel, Kemijem mengadu ke Kelasi Bandung. Beruntunglah banyak ibu yang saat itu tengah menyusui bayi mereka. Kemijem mendapatkan donor ASI. 10 botol yang cukup untuk persediaan tiga hari.

“Karena susah makan, sehari paling cuma bisa dapat dua botol saja. Jadi kalau sudah dapat peresan ama suami dibawa pulang, trus saya di rumah sakit sendiri. Keteteran. Sudah putus asa awalnya, lalu menghubungi teman di kelasi, trus dikasih tahu ada donor ASI. Alhamdulilah, saya gak apa-apa anak saya dapat ASI dari donor, yang penting anak saya tetap bisa dapat ASI, bukan susu formula.

Donor ASI juga menjadi pilihan Imas untuk anaknya. Dia tak sungkan meminta bantuan ASI kepada rekan kerjanya yang sama-sama memerah ASI. Bahkan donor ASI ini berlangsung hingga dua bulan.

“Waktu itu sempat ASI-nya gak cukup. Sempat minta donor ke teman, waktu itu dua bulanan meminta ASI, setiap hari minta satu botol.“

Imas sempat mengabaikan perintah dokter untuk meminum obat untuk menyembuhkan penyakit asmanya. Dia khawatir obat itu akan meracuni anaknya.

“Saya kasih ASI sampai umur 22 bulan, berhenti karena saya sakit asma. Sebelumnya sih saya nggak minum obat itu karena tak diperbolehkan untuk ibu menyusui. Tapi ketika berumur 22 bulan, asma saya sudah parah dan harus minum obat itu. Akhirnya berhenti ngasih ASI.”

Kemijem dan Imas sudah merasakan keampuhan ASI untuk anak-anak mereka. Kata mereka, perjuangan itu tak sia-sia. Anak mereka lebih sehat, pintar dan kreatif. ASI diakui memiliki banyak keunggulan dibanding susu formula. Yang paling buat buruh berpenghasilan pas-pasan seperti mereka, jelas ASI lebih murah.

http://kbr68h.com/saga/77/9334