Monday, July 18, 2011

Beberapa Problem Menyusui dan Tips Mengatasinya by GARDA ASI

Bunda, adakalanya menyusui mengalami kendala, tapi kendala itu ada solusinya. Menyusui itu alamiah, kadang kita saja yang membuatnya terlihat rumit *kata-kata mak Riries*. So, happy reading with love ;)

1. PUTING RATA

  • Tidak ada perawatan khusus pada payudara sebelum persalinan. Karena menarik-narik puting selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir dikhawatirkan dapat menyebabkan resiko kontraksi dini (bayi dapat lahir premature).
  • Bahwa bayi menyusu pada payudara, BUKAN di puting. Jadi tidak ada alasan tidak menyusui bayi secara langsung karena puting rata. It’s not nipple-feeding, it’s breastfeeding! :)
  • Setelah persalinan, lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan biarkan bayi melekat sendiri pada payudara.
  • Hindari penggunaan penyambung puting (nipple shield), karena akan menyakiti puting ibu, serta membuat bayi tidak belajar untuk melekat (latch-on) dengan benar pada payudara.
  • Walau di awal menyusui agak sulit, posisi dan pelekatan yang benar akan sangat membantu. Bila perlu, mintalah bantuan pada konselor laktasi.
  • Membentuk payudara, dengan menopang payudara dari bagian bawah dengan jari-jari, dan menekan bagian atas payudara dengan ibu jari. Tidak memegang payudara terlalu dekat ke puting (C hold, U hold).
  • Susui bayi sesering mungkin kapanpun bayi mau, hisapan bayi juga akan membantu menstimulasi puting agar keluar dengan maksimal.

2. PUTING LECET

  • Biasanya disebabkan karena pelekatan dan teknik menyusui yang salah. Bayi harusnya menghisap sampai areola mammae, bukan hanya di bagian puting saja.
  • Cara mengatasinya, segera lakukan pelekatan yang benar, lebih jelasnya bisa lihat di notes ini :http://www.facebook.com/note.php?note_id=181768715197852
  • Puting lecet juga bisa disebabkan kesalahan teknik melepaskan puting setelah menyusui. Kadang bila bayi menggigit, atau menyudahi menyusu, Bunda akan dengan reflek menarik puting, yang tentunya menyebabkan puting sakit. Baiknya, lepaskan puting dari mulut bayi dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke mulut bayi melalui sudut mulut (pastikan tangan bunda steril), atau menekan dagu bayi ke bawah.
  • Jaga kebersihan payudara. Bersihkan areola cukup dengan air bersih, hindari penggunaan sabun, minyak zaitun, baby oil dan cairan lainnya di daerah areola. Karena dikhawatirkan akan mengganggu fungsi kalenjar Montgomery, yang secara alami memproduksi minyak untuk melumasi puting susu dan juga untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada kulitnya.
  • Untuk menghindari lecet, sebelum dan sesudah menyusui, oles puting dengan ASI. Di dalam ASI ada pelumas yang bisa melembutkan areola dan puting.
  • Gunakan bra dengan lapisan dalam katun agar nyaman.

3. SALURAN TERSUMBAT

  • Bila ada benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak, kemungkinan saluran ASI tersumbat atau ASI membeku. Bisa jadi ketika menyusu ada sedikit ASI tersumbat, lama-kelamaan banyak ASI yang akan tersumbat.
  • Cara mengatasinya, pastikan tiap kali menyusui, payudara dikosongkan dengan sempurna. Bila produksi ASI deras dan bayi sudah kenyang, sebaiknya diperah dan disimpan (mengingat memerah ASIp lebih disarankan untuk ibu yang bekerja dan ibu yang jauh dari bayinya). Panduan penyimpanan ASI bisa dilihat di notes ini : http://www.facebook.com/note.php?note_id=187741907924661
  • Massage benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut, kemudian kompres dengan handuk hangat dan handuk dingin secara bergantian selama beberapa kali hingga benjolan mereda.
  • Susui bayi sesering mungkin hingga ASI kosong.
  • Hindari pemakaian bra yang sempit.

4. PAYUDARA BENGKAK

  • Ketika payudara tidak dikosongkan dengan disiplin per 2 atau 3jam sekali, atau bila bayi sedang malas menyusu dan hisapannya kurang kuat, bisa jadi menyebabkan payudara bengkak. Bayi malas menyusu bisa jadi karena sudah kenyang, atau ada gangguan penyakit atau gangguan pencernaan. Ibu yang terlalu buru-buru menyapih bayinya karena harus segera masuk kembali ke kantor karena cutinya habis juga bisa menyebabkan payudara membengkak.
  • Pembengkakan tak selalu terjadi di kedua payudara. Bisa saja hanya terjadi di sebelah payudara (asimetris). Bisa terjadi karena bayi hanya menyusu di satu payudara, misal disebelah kiri saja, kalau dipindah ke kanan tidak mau. Kalau hal ini dituruti, payudara yang kanan pasti membengkak. Untuk menghindarinya, susui bayi di kedua payudara secara bergantian. Misal, bayi sudah kenyang menyusu di payudara kiri, menyusui berikutnya baiknya di payudara kanan. Bisa juga bila lama bayi menyusu kurang lebih 20 menit, bagilah 10 menit di kiri, 10 menit di kanan.
  • Bila terasa bengkak, perah ASI dan simpan.
  • Payudara yang bengkak bisa dikompres dengan air hangat dan air dingin secara bergantian hingga bengkaknya mereda.

5. MASTITIS ATAU INFEKSI PAYUDARA

  • Ciri-cirinya, payudara membengkak, merah dan nyeri. Mastitis biasanya merupakan kelanjutan dari payudara yang membengkak atau tersumbat lokal yang tidak ditangani tuntas. Tidak pernah mastitis terjadi tanpa adanya pembengkakan di payudara. Bisa sudah terjadi mastitis, biasanya juga menimbulkan reaksi sistemik, ibu akan demam di seluruh tubuh, dan akhirnya bukan hanya payudara yang terinfeksi, namun seluruh tubuh juga bisa terkena infeksi.
  • Kalau sudah begini, mau tak mau ibu harus minum antibiotic (mintalah yang aman untuk ibu menyusui) untuk mengatasi infeksi. Massage pada payudara tidak boleh dilakukan, cukup dengan pengompresan air panas-dingin bergantian, serta minum yang banyak. Ibarat got kotor, jika kita guyur air banyak-banyak, maka air kotor yang menyumbat akan terguyur keluar. Sementara untuk menahan nyeri, ibu juga akan diberi analgetik.
  • Lanjutkan proses menyusui seperti biasa. Disiplin mengosongkan payudara per 2 atau 3 jam sekali. Susui bayi sesering mungkin, perah ASI bila bayi sedang tidak mau menyusu.
  • Untuk Mastitis dini, dalam seminggu sampai 2 minggu akan sembuh. Karena jaringan payudara itu termasuk jaringan yang gembur sehingga mudah sembuh.

6. PAYUDARA ABSES

  • Kelanjutan dari mastitis yang tidak segera ditangani. Sedihnya jika sudah abses, bayi tidak boleh menyusu, karena bisa saja tercampur nanah dari abses itu. Abses bisa terjadi disekitar puting, bisa juga di seluruh payudara. Ciri payudara abses adalah bentuknya merah kehitaman layaknya sedang bisulan, payudarapun tidak setegang saat mastitis, karena sudah ada nanah dibalik kulit.
  • Jika sudah abses, mau tak mau di bagian nanah itu harus diinsisi/dibuka dan dikeluarkan nanahnya, jadi semacam operasi kecil yang membuka kulit sedikit dan mengeluarkan nanahnya dengan memakai tampon, kemudian dijahit lagi.
  • Setelah diinsisi, biasanya abses akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Biasanya akan diberi antibiotika untuk menyembuhkan infeksinya.
  • Saat abses, sebaiknya pompa ASI dan buang, sementara anak menyusu dari payudara yang tidak abses, sampai sudah ada kepastian boleh menyusu lagi dari dokter ahli.

7. RELUCTANT NURSER

  • Adalah suatu istilah dimana bayi tak mau menyusu karena ASI yang keluar dari si ibu begitu kuat/deras.
  • Susui bayi sesering mungkin.
  • Cari posisi menyusui yang nyaman, posisi yang biasanya sesuai untuk mengatasi masalah hiperlaktasi ini adalah posisi Ibu setengah tidur, dan bayi ditengkurapkan di dada ibunya. Dalam posisi ini, aliran ASI mengarah ke atas (melawan gravitasi) sehingga keluarnya ASI tidak terlalu deras.
  • Baiknya sebelum mulai menyusui bayi, perahlah sedikit ASI. Tujuannya untuk memperlambat aliran ASI. Namun jumlah ASI yang diperah sebaiknya tidak terlalu banyak, dan jangan melakukannya diantara dua waktu menyusui. Semakin banyak ASI yang diperah, semakin sering payudara dirangsang, maka semakin banyak ASI diproduksi.

So Mommies, bila mendapatkan problem menyusui seperti di atas, jangan langsung panik. Bahwa tiap kendala menyusui, pasti ada solusinya. Bila problem berlanjut, baiknya menghubungi konselor laktasi terdekat.

-diposting oleh bunda Tewe utk GARDA ASI.

Sumber :

http://www.hypno-birthing.web.id/?p=758

http://aimi-asi.org/2011/01/sukses-meyusui-dengan-puting-datar-kenapa-tidak/

No comments:

Post a Comment