Tuesday, January 12, 2010

Konsultasi asi

  • Untuk menggalakkan program ASI eksklusif ini PP ASI Sint Carolus telah membentuk sarana penunjang serta pelatihan-pelatihan khusus bagi para ibu dan bayinya [1].
    • Klinik Laktasi adalah suatu tempat di mana para ibu dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya. Alamatnya, Jalan Salemba Raya No 41, Jakarta Pusat.
    • Pojok Laktasi adalah ruangan yang dipakai untuk memeras ASI bagi karyawati Sint Carolus yang sedang dinas, ibu-ibu yang bayinya dirawat, dan para ibu yang sedang menunggu bayinya diperiksa oleh dokter di poliklinik.
    • Hotline ASI, yaitu bentuk pelayanan konsultasi melalui telepon selama 24 jam bagi ibu yang memerlukan konsultasi mengenai masalah yang berhubungan dengan laktasi. (021) 315-4187 atau 390-4441 pesawat 2271.
    • Tempat Peristirahatan Ibu (TPI) Menyusui Maria Goretty . Di ruangan TPI ini, para ibu dan bayinya yang sedang dirawat inap dapat beristirahat setelah menyusui. Dengan kata lain, TPI memungkinkan ibu-ibu dapat menyusui bayinya yang sedang dirawat.
    • Kelas Pijat Bayi. Bayi yang dipijat oleh orang tuanya dapat memperbanyak ASI.
  • Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) 021-6510183
  • RS Tumbuh Kembang 8701873-74 (Jl. raya Bogor Cimanggis)/ atau klinik Tumbuh Kembang 8712626 di Bukit Cengkeh
  • Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, menerima konsultasi lewat email, telpon, maupun bertemu langsung dengan konselor laktasi AIMI. Kecuali konsultasi lewat email, semua bisa dilakukan melalui perjanjian lebih dahulu. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Sekretariat AIMI di Graha MDS Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34 Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta 12510. Telpon (021)72790165 Fax (021)72790166 Email : konsultasi@aimi-asi.org
  • Jakarta Breasfeeding center, Wisma Bayuadji Lt. 2 Jl. Gandaria Tengah III No. 44, Jakarta, Indonesia, 12130021-91305744 / 021-7248862 {Hotline ASI 081210099800}

Konsultasi ASI Perorangan

Bantuan konsultasi ASI perorangan ada dua tingkat. Pada tingkat dasar, konselor menyusui yang bertugas. Pada tingkat lanjut, konsultan laktasi yang bertugas. Apakah perbedaan antara keduanya?

Pada tingkat dasar, seorang konselor menyusui (breastfeeding counselor) tidak memberi bantuan medis. Berikut detail pekerjaannya [2]:

  • Memberi dukungan praktis. Misalnya, duduk mendampingi ibu yang sedang berusaha menyusui bayinya, mengamati dan membantu ibu menyesuaikan diri dengan bayinya.
  • Memberi layanan seputar menyusui. Misalnya, mengantarkan ibu ke klinik menyusui di rumah sakit.
  • Memberi saran lewat telepon, berupa tips untuk menolong si penelepon pada saat itu. Bila perlu, merekomendasikan si penelepon untuk berkonsultasi ke dokter, bidan atau tenaga medis yang berwenang.
  • Membantu ibu untuk tetap menyusui, terutama ibu yang kembali hamil saat masih menyusui. Tetapi, tidak dengan cara membujuk-bujuk/memaksa.

Pada tingkat lanjut, seorang konsultan laktasi (lactation consultant) melakukan analisa dan diagnosa medis. Menurut definisi yang tercantum dalam laman IBFAN (International Breastfeeding Action Network), adalah “tenaga kesehatan profesional yang bidang praktiknya difokuskan pada pendidikan dan tata laksana pencegahan/pemecahan masalah-masalah menyusui, serta untuk mendorong lingkungan sosial yang mendukung hubungan kemitraan antara ibu menyusui-bayi.” Untuk menjadi konsultan laktasi, seorang tenaga medis harus mengikuti ujian yang diadakan International Board of Certified Lactation Consultants (IBCLC), dan mengadopsi Kode Etik IBCLC dalam aktivitas praktik mereka, serta menerima bayaran untuk pelayanan yang mereka berikan. Kode Etik IBCLC mencakup kewajiban konsultan laktasi untuk membeberkan konflik kepentingan dan memastikan bahwa pendapat/pertimbangan profesionalnya tidak tercemar oleh pengaruh-pengaruh kepentingan bisnis[2]. Selain itu gelar IBCLC tidak berlaku selama-lamanya, dan harus diperbaharui setiap beberapa tahun. Pastikan konsultan yang anda hubungi sudah memperbaharui gelar IBCLCnya. Nama-nama konsultan laktasi di seluruh dunia (termasuk Indonesia) dengan gelar yang masih berlaku bisa dilihat di Website IBCLE. Seorang konsultan laktasi tidak mesti dokter, bisa saja seorang suster, atau orang di luar profesi medis. Bedanya, seorang dokter/suster lebih cepat mengikuti ujian IBCLC, sementara orang di luar profesi medis harus belajar lama dan memiliki pengalaman konseling ASI yang jauh lebih lama.

Daftar Konselor Menyusui

Berikut daftar Konselor Menyusui(menurut abjad)

  • Ny. Mia Sutanto (lulusan kursus Selasi, beliau juga ketua AIMI): 0815 10002584
  • dr. Henny Zainal, CHt (Lulusan DEPKES) : 021-99532800

Daftar Konsultan Laktasi

Di Indonesia, konsultan laktasi IBCLC jumlahnya tidak banyak. Di antara yang sedikit itu adalah (menurut abjad):

  • dr. Dien Sanyoto Besar, Sp.A. : Beliau adalah Ketua Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI di Depkes
  • DR. dr. Dwi Susilowati (certified 2002 valid to 2007)
  • Margaret Amanda O'Reilly (certified 1999 valid to 2009) : Beliau juga koordinator IBCLE di Indonesia
  • dr. Rulina Suradi, Sp.A (K): Beliau adalah guru besar kesehatan anak di FKUI
  • dr. Utami Roesli, SpA.: Beliau adalah ketua SELASI

Referensi

  1. Blog ASI. Serba Serbi Klinik Laktasi. 2005
  2. 2,0 2,1 Konsultan Laktasi, Siapa Dia?

No comments:

Post a Comment